ANALISIS MODUL AJAR KURIKULUM BERBASIS DEEP LEARNING BAGI GURU SEKOLAH DASAR (STUDI KASUS DI MI NURUL IMAN PAGUTAN, LOMBOK TENGAH)
Keywords:
Deep Learning, Modul Ajar, Kurikulum Merdeka, Sekolah Dasar, Pembelajaran BermaknaAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi modul ajar Kurikulum berbasis Deep Learning, menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya di MI Nurul Iman Pagutan, Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas VI dan 26 peserta didik kelas VI. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan analisis modul ajar. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi modul ajar berbasis Deep Learning dilakukan melalui lima strategi utama, yaitu penyusunan tujuan pembelajaran berbasis kompetensi, pembelajaran kontekstual berbasis masalah, aktivitas kolaboratif, asesmen autentik, dan refleksi pembelajaran. Implementasi tersebut meningkatkan keterlibatan peserta didik, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemandirian belajar. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep Deep Learning, keterbatasan media pembelajaran, dan pelaksanaan asesmen autentik yang belum optimal. Penelitian menyimpulkan bahwa modul ajar berbasis Deep Learning merupakan inovasi pembelajaran yang efektif dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar melalui pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.
Downloads
References
Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching, and assessing: A revision of Bloom's taxonomy of educational objectives. Longman.
Ausubel, D. P. (2000). The acquisition and retention of knowledge: A cognitive view. Kluwer Academic Publishers.
Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for quality learning at university (4th ed.). Open University Press.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Darling-Hammond, L., Flook, L., Cook-Harvey, C., Barron, B., & Osher, D. (2020). Implications for educational practice of the science of learning and development. Applied Developmental Science, 24(2), 97–140.
Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning: Engage the world, change the world. Corwin Press.
Hattie, J. (2023). Visible learning: The sequel. Routledge.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Panduan pengembangan modul ajar Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Panduan pembelajaran Deep Learning. Kemendikdasmen.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Sage Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
OECD. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing.
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage Publications.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhamad Ridwan Habibi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0







