MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK MELALUI CERITA DONGENG PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK IT AL KARIM
Keywords:
Kemampuan Menyimak, Bercerita DongengAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak melalui media bercerita dongeng pada kelompok B di TK IT AL-KARIM. Penelitian ini dilakukan dengan alur penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan tiga pertemuan tiap siklus. Subjek penelitian ini adalah 20 anak kelompok B TK IT ALKARIM, yang terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan. Masalah dalam penelitian ini adalah sebagian besar anak usia 5-6 tahun di TK IT AL-KARIM dalam kemampuan menyimak cerita dongeng masih rendah dikarenakan media yang digunakan dalam kemampuan menyimak kurang menarik bagi anak-anak. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes dengan mengamati perubahan peningkatan kemampuan menyimak anak tiap siklus. Teknik analisis data yang digunakan dalam menganalisa penelitian tindakan kelas yaitu dengan cara menganalisa data kuantitatif yaitu nilai hasil tes lisan siswa dengan cara membandingkan hasil tindakan dari satu siklus dengan kriteria keberhasilan yang telah ditentukan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pada kondisi awal didapatkan skor kemampuan menyimak cerita dongeng anak rata-rata adalah 36,2% termasuk dalam kriteria rendah. Pada siklus I rata-rata meningkat menjadi 63,2%. Setelah melakukan refleksi dan perbaikan-perbaikan terhadap permasalahan yang ditemukan pada siklus I, peneliti melakukan tindakan berikutnya pada siklus II didapatkan skor rata-rata kemampuan menyimak cerita dongeng meningkat signifikan menjadi 82,0% dimana seluruh anak sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Dari hasil yang diproleh maka dapat disimpulkan bahwa media bercerita dongeng mampu meningkatkan kemampuan menyimak anak kelompok B di TK IT AL-KARIM. Selain itu peneliti menemukan guru kesulitan mengatur anak di dalam kelas, kesulitan dalam mengajarkan pemahaman menyimak kepada anak yang pendiam, kurang kreatif dalam penyampaian cerita kepada anak dan kurangnya partisipasi maupun dukungan antara guru dalam meningkatkan kemampuan menyimak anak di sekolah.
Downloads
References
Dhieni, N. (2008). Metode pengembangan bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.
Dhieni, N. 2007. Peningkatan Keterampilan Membaca dan Menulis Aksara. Jakarta: Universitas Terbuka
Ekasriadi, A. 2004. Metodologi Pengembangan Kemampuan Motorik dan Bahasa. Denpasar: IKIP PGRI Bali.
Gunarti. 2008. Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.
Isbell, R., Sobol, J., Lindauer, L., & Lowrance, A. (2004). The Effects of Storytelling and Story Reading on the Oral Language Complexity and Story Comprehension of Young Children. Early Childhood Education Journal, 32(3), 157–163.
Moeslichatoen. 2004. Metode Pengajaran Di Taman Kanak-kanak. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Musfiroh, T. (2005). Bercerita untuk Anak Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Rahmawati, R., & Kurniawati, E. (2020). Pengaruh media buku cerita bergambar terhadap kemampuan menyimak anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 772–781.
Rukiyah, R. (2018). Dongeng, Mendongeng, dan Manfaatnya. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi, 2(1), 99–106. https://doi.org/10.14710/anuva.2.1.99-
Triyanto, A. (2007). Mengenal dan mengapresiasi sastra anak. Jakarta: Grasindo.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rianitami, Rokyal Harjanty, Agus Darma Putra (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0







